Galau Tesis


Galau? Galau karena putus cinta? Sudah biasa. Lalu bagaimana dengan Galau tesis? Hanya orang-orang tertentu yang mengalaminya.

Menginjak Trimester IV Magister Sains Akuntansi, saya mulai merasakan tekanan yang begitu hebat. Mengapa? Saya dihadapkan oleh pilihan: antara tesis yang tak kunjung ACC, usia, kerja, dorongan orang tua, calon mertua dan anggaran biaya pendidikan yg rawan membengkak. Layaknya anak muda kebanyakan saya galau tesis.

Galau tesis adalah suatu perasaan di mana tesis menjadi beban pikiran dan berbenturan dengan kepentingan diri sendiri. Perasaan tersebut menyebabkan konflik kepentingan yang menyebabkan stress.

Semakin orang bertambah usia, bertambah dewasa, dan bertambah ilmu maka kecenderungan galau akan semakin meningkat. Keabstrakan masa depan, kelemahan diri, tuntutan terlalu tinggi, ketidaksiapan, tekanan waktu, memenuhi harapan orang lain, dan pendiktean diri adalah masalah-masalah yang sering ditemui di hidup ini. Masalah-masalah inilah penyebab kegalauan utama. Semakin banyak relasi dan hubungan kita dengan orang lain maka kita menjadi harapan banyak orang. Hal ini mungkin akan menjadi beban bagi kita untuk menjadi orang baik yang sesuai dengan harapan mereka.

Mengapa tesis saya lama sekali di ACC, saya tidak perlu penelitian yang sempurna, saya harus bisa lulus tepat waktu dan bisa mencari pekerjaan. Toh, S2 bukan kriteria kita mendapatkan pekerjaan tetapi ujian yang diberi perusahaan atau tempat kerja yang kita lamar. Tapi mengapa saya dituntut tesis saya sempurna? Padahal banyak kesempatan kerja yang bisa saya ikuti. Apakah saya bisa hidup dengan tesis S2 daripada gaji? Apakah ketika gelar S2 sudah di tangan calon mertua akan bangga ternyata calon menantunya belum bekerja dan memiliki penghasilan sendiri? Mungkin seperti curahan hati yang galau, tapi inilah kegalauan tesis yang saya alami.

Ya, kegalauan tesis ini seharusnya diminimalisir, galau ini membuat hati tidak nyaman, stress menjadi tinggi, emosi menjadi naik. Hanya saja saya belum bisa mengatasinya. Hanya doa saja tidak cukup untuk mengatasinya, tapi usaha yang besar untuk menghilangkan kegalauan ini lebih optimal. Who knows? Yang pasti motivasi dari orang lain bisa menjadi obat paling mujarab untuk penyakit galau ini. Ada yang mau memotivasi saya?🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Categories: Sharing | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: