Beta untuk Pasar Berkembang


Pengertian Beta
Beta merupakan suatu pengukur volatilitas return dari suatu sekuritas atau return portofolio relatif terhadap return pasar. Volatilitas adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu. BETA bernilai POSITIF menunjukkan pergerakan harganya SELARAS dengan PASAR. BETA bernilai NEGATIF menunjukkan pergerakan harganya BERLAWANAN dengan PASAR. BETA bernilai 1 menunjukkan pergerakan harganya sama dengan PASAR. Beta bernilai negatif tidak ada di dalam teori tetapi dalam realitas beta negatif ini terjadi karena adanya anomali pasar.

Mengestimasi Beta
Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis dikombinasi dengan faktor-faktor lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi beta masa depan kemudian digunakan untuk mengestimasi beta yang akan datang.

Beta Pasar
Diestimasi menggunakan data pasar dengan mengumpulkan nilai-nilai historis return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu secara manual dengan teknik regresi.

Beta Akuntansi
Beta akuntansi dihitung dengan menggunakan data akuntansi yaitu dengan mengganti data return dengan data laba akuntansi. Brown dan Ball (1969) menggunakan perubahan laba akuntansi, bukan tingkat laba akuntansi untuk menghitung beta akuntansi dalam studinya dengan menggunakan persamaan regresi.

Beta Fundamental
Variabel-variabel fundamental yang digunakan Beaver, Kettler, dan Scholes (1970):

  • Devidend payout. Deviden ini diukur sebagai deviden yang dibayarkan dibagi dengan laba yang tersedia untuk pemegang saham umum. Jika perusahaan memotong deviden, maka akan dianggap sinyal buruk karena dianggap perusahaan membutuhkan dana. Oleh karena itu, perusahaan yang mempunyai resiko tinggi cenderung untuk membayar devidend payout yang lebih kecil supaya nanti tidak memotong deviden jika laba perusahaan turun.
  • Asset growth. Variabel ini didefinisikan sebagai perubahan tingkat pertumbuhan tahunan dari aktiva total. Variabel ini mempunyai hubungan positif dengan Beta, tetapi tidak ada teori yang mendukung.
  • Leverage. Variabel ini didefinisikan sebagai nilai buku total hutang jangka panjang dibagi dengan total aktiva. Varibel ini memiliki hubungan positif dengan beta.
  • Liquidity. Variabel ini diukur sebagai current ratio dan diprediksi memiliki hubungan negatif dengan beta. Semakin likuid perusahaan semakin kecil resikonya.
  • Asset size. Variabel ini diukur sebagai logaritma dari total aktiva dan diprediksi memiliki hubungan yang negatif dengan resiko. Ukuran ini dipakai sebagai wakil pengukur besarnya perusahaan. Semakin besar perusahaan semakin kecil resikonya.
  • Earning variability. Variabel ini diukur dengan niali deviasi standar dari PER atau rasio P/E dan memiliki hubungan yang positif dengan beta.
  • Accounting beta. Variabel ini diperoleh dari koefisien regresi dengan variabel dependen perubahan laba akuntansi dan variabel independen adalah perubahan indeks laba pasar untuk laba akuntansi portofolio pasar. Sehingga beta akuntansi dan beta pasar memiliki hubungan yang positif.

Dari ketujuh variabel tersebut tiga variabel yang tidak didukung dengan teori dinyatakan tidak signifikan sedangkan keempat variabel yang lainnya memiliki hubungan yang signifikan dengan beta pasar.  Langkah selanjutnya untuk mendapatkan beta fundamental adalah dengan mendapatkan efek dari variabel-variabel fundamental dengan beta pasar secara serentak dengan menggunakan model multivariat. Jika koefisien-koefisien hasil regresi mempunyai nilai yang secara statistik signifikan berarti menunjukkan bahwa variabel-variabel fundamental yang koefisiennya signifikan mempunyai akurasi untuk memprediksi beta pasar.

Beta Pasar & Beta Fundamental
Beta pasar maupun beta fundamental memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari beta pasar adalah: beta ini mengukur respon dari masing-masing sekuritas terhadap pergerakan pasar. Sedangkan kelemahan beta pasar adalah: beta ini tidak langsung mencerminkan perubahan dari karakteristik perusahaan karena dihitung berdasar data pasar.
Beta fundamental memiliki kelebihan yaitu: beta ini secara langsung berhubungan dengan orang perubahan karakteristik perusahaan. Beta fundamental ini juga memiliki kekurangan yaitu: variabel karakteristik-karakteristik perusahaan mempunyai efek terhadap beta fundamental yang sama untuk semua perusahaan.  Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada dalam kedua beta tersebut, Rosenberg dan Marathe yaitu dengan menggabungkan data karakteristik perusahaan dengan data return pasar untuk menghitung beta dan menambahkan efek dari industri sebagai variabel-variabel. Dengan menggunakan 101 variabel yang ada tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang kuat antara Beta untuk industri-industri yang berbeda.

Beta Portofolio
Beta portofolio dapat dihitung dengan berdasarkan proporsi dari masing-masing individual sekuritas yang membentuk portofolio. Beta portofolio umumnya lebih akurat dibandingkan dengan beta tiap-tiap individual sekuritas

Ketepatan Beta Historis
Beta historis mempunyai hubungan dengan beta masa datang. Hubungan ini akan semakin kuat untuk beta portofolio yang mempunyai banyak sekuritas di dalamnya karena kesalahan perhitungan beta untuk masing-masing sekuritas akan saling meniadakan (Blume, 1975).

Menyesuaikan & Memprediksi Beta
Estimasi beta cenderung mengarah ke nilai satu dari satu periode ke periode yang lain maka nilai beta historis disesuaikan (Blume (1971). Nilai dari beta yang sesungguhnya mempunyai kecenderungan mendekati nilai rata-ratanya maka beta dapat disesuaikan dengan mengambil ½ nilai beta historis dan ½ nilai rata-ratanya.  Vasicek (1973) menyarankan penyesuaian beta dengan menghitung rata-rata tertimbang kedua beta dengan menggunakan teknik estimasi metode Bayesian.

Beta untuk Pasar Modal Berkembang
Beta yang dihitung menjadi bias jika digunakan untuk pasar modal yang transaksi perdagangannya tipis (thin market) seperti halnya pasar modal berkembang karena adanya perdagangan yang tidak sinkron (non synchcronous trading). Perdagangan ini dapat terjadi apabila beberapa sekuritas tidak mengalami perdagangan untuk beberapa waktu (periodicity problem), padahal beta menggunakan data akhir (intervalling problem) sehingga terjadi ketidak-sinkronan.

Pengujian Terhadap Bias
Tidak terjadi Bias: Rata-rata timbangan = 1
Terjadi Bias: Rata-rata timbangan ≠ 1
Membandingkan rata-rata timbangan beta semua sekuritas di pasar dengan nilai 1.

Koreksi Terhadap Bias
Terdapat 3 metode yaitu:
1. Metode Scholes & Williams
2. Metode Dimson
3. Metode Fowler dan Rorke

Kesimpulan
BEI merupakan pasar modal yang sedang berkembang yang perdagangannya masih tipis. Beta Sekuritas yang bias perlu dikoreksi dan yang paling baik adalah metode Fowler & Rorke.  Data return yang berdistribusi tidak normal memperbesar bias yang terjadi di Beta.

Diringkas dari: Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Pasar Modal dan Portofolio. Yogyakarta: BPFE.

 

Categories: Accounting Side | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: