UMKM Goes Online


Akhirnya saya telah memasuki minggu-minggu terakhir kuliah di Pendidikan Profesi Akuntansi UGM, itu artinya harus membuat sebuah karya akhir berupa makalah. Makalah ini saya buat berkoalisi dengan tiga orang teman lainnya yaitu Saudari Mila, Saudara Oki dan Hatta dan membentuk Grup 5 yang sudah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah Lingkungan Bisnis kami Bapak Sony Warsono. Setelah bingung akan mengambil tema apa dan keegoisan saya yang sedang mencermati dan membaca segala hal yang berbau komputer dan sistem, dengan ikhlas teman-teman saya ikut dengan judul yang saya dan Mila setujui yaitu “UMKM Goes Online” atau yang kemudian kami revisi dengan “UMKM Goes Online” yang akhirnya menjadi judul termusyawarahkan. Selain itu, tulisan ini juga kami dedikasikan kepada para entrepreneur bukan hanya yang muda tetapi juga yang sudah tua untuk tetap kreatif dalam menjalankan usaha UMKM yang telah digeluti, maupun yang akan digeluti. UMKM goes online ini merupakan salah satu peluang yang bisa anda ambil. Berikut ini tulisan dari kami, semoga bermanfaat bagi yang membaca. 

LATAR BELAKANG MASALAH

Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) telah menjadi sektor usaha yang memiliki kontribusi penting dan besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca krisis ekonomi. Kontribusinya dalam menciptakan peluang kerja khususnya tenaga kerja dalam negeri, sangat membantu dalam upaya mengurangi pengangguran. UMKM yang pernah dianggap sebagai peluang kecil justru menjadi keunggulan dalam kemampuannya bertahan di era krisis. Dimana saat perusahaan besar tumbang oleh krisis fluktuasi mata uang, UMKM yang sudah berorientasi ekspor tetap mampu bertahan. Selain itu, beragam tantangan globalisasi menuntut kehandalan sektor UMKM untuk tetap bertahan dan memiliki daya saing yang tinggi. Kehandalan sektor UMKM saat ini, sesungguhnya masih dapat dimaksimalkan lagi yaitu dengan pemanfaatan teknologi khususnya teknologi informasi (TI) guna meningkatkan daya saing.

Pemanfaatan teknologi Informasi memunculkan sedikit perbedaan biaya namun akan memberikan nilai tambah atau return yang signifikan. Pengelolaan usaha dengan bantuan teknologi informasi akan melahirkan efisiensi dan efektifitas baik yang berhungungan dengan proses produksi/jasa serta pemasaran. Kemampuan UMKM dalam pengadaan fasilitas teknologi informasi masih dapat ditekan misalkan dengan memanfaatkan perangkat lunak yang gratis mudah diunduh di internet. Bahkan Kementerian Koperasi dan UMKM juga telah memfasilitasi bagi UMKM yang ingin menerapkan teknologi informasi di usahanya. Melalui trading board yang diresmikan kementerian kini telah dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.

Adanya kemudahan akses internet, seharusnya UMMKM tidak ragu lagi untuk mengubah model promosi dan transaksi produknya. Aplikasi berbasis web untuk toko online misalnya kini dapat digunakan dibeberapa situs di internet. Dengan mendaftar menjadi member di situs toko online pengusaha sudah dapat mengolah serta memutakhirkan data-data produk yang ingin dipromosikan dan dipasarkan. Melalui toko online informasi kepada konsumen maupun calon konsumen akan lebih cepat dan luas sebarannya. Saat ini penggunaan situs komunitas juga dapat dimanfaatkan sebagai forum memperkenalkan produk dan dapat berinteraksi dengan konsumennya terkait pertukaran informasi, pengembangan usaha, bahkan informasi mengenai produk saingan.

Para pengusaha UMKM harus mau berkreasi kreatif dengan produknya supaya mampu menarik perhatian konsumen. Kualitas produk memerankan peranan yang sangat penting selain kemasan. Penggunaan internet dapat membantu mengemas produk UMKM sehingga terlihat menarik bagi para calon pembelinya, disamping meningkatkan daya saing pasar. Dalam makalah ini, akan dibahas mengenai pemanfaatan teknologi informasi oleh UMKM.

 

USAHA MIKRO KECIL DAN MENEGAH (UMKM) GOES ONLINE

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.

Beberapa lembaga atau instansi  dan UU memberikan definisi UMKM, diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UMKM), Badan Pusat Statistik (BPS), dan UU No. 20 Tahun 2008. Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UMKM), bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK) adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000. Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200.000.000 s.d. Rp 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UMKM berdasarkan kunatitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d. 99 orang. Pada tanggal 4 Juli 2008 telah ditetapkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Definisi UMKM yang disampaikan oleh Undang-undang ini juga berbeda dengan definisi di atas. Menurut UU No 20 Tahun 2008 ini, yang disebut dengan Usaha Kecil adalah entitas yang memiliki kriteria sebagai berikut: (1) kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

Sementara itu, yang disebut dengan Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut : (1) kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan (2) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengann paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

 

Klasifikasi UMKM

Dalam perspektif perkembangannya, UMKM dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu :

a)      Livelihood Activities, merupakan UMKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.

b)      Micro Enterprise, merupakan UMKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan

c)      Small Dynamic Enterprise, merupakan UMKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.

d)     Fast Moving Enterprise, merupakam UMKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB) Persamaan.

 

Kelemahan dan Kekuatan UMKM

UMKM memiliki berbagai kelemahan dan kekuatan dalam perekonomian. Kelebihan UMKM dalam perekonomian adalah:

  1. UMKM merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi (www.ktin.org.id).
  2. Secara riil UMKM atau sering disebut juga sebagai sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, terbukti telah menyumbangkan sebesar Rp 1.013,5 triliun atau 56,7% dari PDB Indonesia (www.depkop.go.id).
  3. UMKM juga mampu menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam perekonomian adalah:

  1. Orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Seperti: keterbatasan mengakses informasi pasar, keterbatasan jangkauan pasar, keterbatasan jejaring kerja, keterbatasan mengakses lokasi usaha yang strategis.
  1. Daya serap teknologi yang masih rendah karena masyarakat belum mengenal dengan baik manfaat teknologi tersebut.
  2. Sektor UMKM masih sangat lemah dalam hal manajemen usaha, know how dalam teknik berproduksi, etos kerja, dan kendala-kendala lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan akses UMKM pada informasi pasar, lokasi usaha dan jejaring usaha agar produktivitas dan daya saingnya meningkat. Maka dari itu menuntut adanya peran dan partisipasi bebagai pihak terutama pemerintah daerah dan kalangan perguruan tinggi untuk membantu dan memfasilitasi akses informasi bagi para UMKM yang sebagian besar berada di daerah pedesaan atau kota-kota kecil salah satunya dengan menggunakan teknologi.

 

Teknologi Informasi

Istilah teknologi informasi (TI) mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Dengan demikian, secara umum teknologi informasi dapat diartikan sebagai suatu subyek yang luas yang berkenaan tentang teknologi dan aspek lain tentang bagaimana melakukan manajemen dan pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Teknologi informasi ini merupakan subsistem dari sistem informasi (information system), terutama dalam tinjauan dari sudut pandang teknologinya.

 

Konsep Daya Saing

Daya saing dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan pangsa pasar. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh faktor suplai yang tepat waktu dan harga yang kompetitif. Secara berjenjang, suplai tepat waktu dan harga yang kompetitif dipengaruhi oleh dua faktor penting lainnya, yaitu fleksibilitas (kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap keinginan konsumen) dan manajemen differensiasi produk. Begitu pula halnya dengan fleksibilitas dan diferensiasi produk dapat dicapai sepanjang adanya kemampuan untuk melakukan inovasi dan adanya efektivitas dalam sistem pemasaran. Di samping itu, daya saing mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas perusahaan dan memperluas akses pasar. Hal ini akan bermuara kepada peningkatan omzet penjualan dan profitabilitas perusahaan.

 

Pentingnya Akses Informasi Bagi UMKM 

Salah satu masalah yang dihadapi dan sekaligus menjadi kelemahan  UMKM adalah kurangnya akses informasi, khususnya informasi pasar (Effendi Ishak, 2005). Hal tersebut menjadi kendala dalam hal pemasaran, karena dengan terbatasnya akses informasi pasar mengakibatkan rendahnya orientasi pasar dan lemahnya daya saing di tingkat global. Miskinnya informasi mengenai pasar tersebut, menjadikan UMKM tidak dapat mengarahkan pengembangan usahanya secara jelas dan fokus, sehingga stagnan.

Mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif menuntut penguasaan pasar sebagai prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat menguasai pasar, maka UMKM perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi. Informasi tentang pasar produksi  sangat diperlukan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Informasi pasar produksi atau pasar komoditas yang diperlukan misalnya jenis barang atau produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen di daerah tertentu, bagaimana daya beli masyarakat terhadap produk tersebut, berapa harga pasar yang berlaku, selera konsumen pada pasar lokal, regional, maupun internasional. Dengan demikian, UMKM dapat mengantisipasi berbagai kondisi pasar sehingga dalam menjalankan usahanya akan lebih inovatif. Sedangkan informasi pasar faktor produksi juga diperlukan terutama untuk mengetahui: sumber bahan baku yang dibutuhkan, harga bahan baku yang ingin dibeli, di mana dan bagaimana memperoleh modal usaha, di mana mendapatkan tenaga kerja yang professional, tingkat upah atau gaji yang layak untuk pekerja, di mana dapat memperoleh alat-alat atau mesin yang diperlukan (Effendi Ishak, 2005).

Informasi pasar yang lengkap dan akurat dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk membuat perencanaan usahanya secara tepat, misalnya membuat desain produk yang disukai konsumen, menentukan harga yang bersaing di pasar, mengetahui pasar yang akan dituju, dan banyak manfaat lainnya. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM dalam memperoleh akses untuk memperluas jaringan pemasarannya.

Selain memiliki kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi pasar, UMKM juga perlu memiliki kemudahan dan kecepatan dalam mengkomunikasikan atau mempromosikan usahanya kepada konsumen secara luas baik di dalam maupun di luar negeri. Selama ini promosi UMKM lebih banyak dilakukan melalui pameran-pameran bersama dalam waktu dan tempat yang terbatas, sehingga hubungan maupun transaksi dengan konsumen kurang bisa dijamin keberlangsungannya. Hal itu dapat disebabkan oleh jarak yang jauh atau kendala intensitas komunikasi yang kurang. Padahal faktor komunikasi dalam menjalankan bisnis adalah sangat penting, karena dengan komunikasi akan membuat ikatan emosional yang kuat dengan pelanggan yang sudah ada, juga memungkinkan datangnya pelanggan baru.

 

Aplikasi Teknologi Informasi (TI) Di UMKM

Teknologi informasi merupakan bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya. Melalui pemanfaatan teknologi informasi ini, perusahaan mikro, kecil maupun menengah dapat memasuki pasar global. Perusahaan yang awalnya kecil seperti toko buku Amazon, portal Yahoo, dan perusahaan lelang sederhana Ebay, ketiganya saat ini menjadi perusahaan raksasa hanya dalam waktu singkat karena memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya (M. Suyanto, 2005).

Pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis atau sering dikenal dengan istilah e-commerce bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam produksi, memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat untuk produk perangkat lunak, mengirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, serta mendukung transaksi cepat tanpa kertas.

Pemanfaatan internet memungkinkan UMKM melakukan pemasaran dengan tujuan pasar global, sehingga peluang menembus ekspor sangat mungkin. Menurut Internet World States, pada tahun 2005 pemakai internet dunia mencapai angka 972.828.001 (hampir satu miliar), pengguna di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta orang. Jumlah pemakai terbesar di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu mencapai 68,2% dari jumlah penduduknya.

Hal positif yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan jaringan internet dalam mengembangkan usaha adalah dapat mempertinggi promosi produk dan layanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan, menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada, biaya pengiriman informasi ke pelanggan lebih hemat jika dibandingkan dengan paket atau jasa pos, waktu yang dibutuhkan untuk menerima atau mengirim informasi sangat singkat, hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik (M. Suyanto, 2005).

Melihat berbagai keuntungan, kemudahan, serta peluang yang dapat diperoleh dari aplikasi IT dalam bisnis, maka aplikasi IT untuk pengembangan UMKM di Indonesia merupakan suatu kebutuhan. Akan tetapi karena sampai saat tidak semua UMKM mampu menyediakan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya. Menurut Megawaty Khie, Small Medium Business Director PT Microsoft Indonesia, potensi UMKM di Indonesia sangat besar dan menjadi penggerak ekonomi nasional, namun pemahaman sebagian besar dari mereka terhadap teknologi informasi masih kurang. Lebih lanjut Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, dari sekian juta UMKM yang ada baru 27% yang memiliki dan memanfaatkan komputer. Itupun belum dapat memanfaatkannya secara maksimal, dalam arti untuk mendukung aktivitas usaha mereka (Kedaulatan Rakyat, 22 Desember 2004).

Berdasarkan hasil penelitian oleh Arif Rachmana (2009) tentang penggunaan TI di UMKM di indonesia, diantaranya adalah (a) banyaknya komputer yang dimiliki oleh UMKM, (b) bidang penggunaan TI di UMKM, dan (c) level penggunaan internet di UMKM. Berkaitan dengan poin (a), pada dasarnya setiap UMKM telah memiliki computer untuk membantu proses usahanya dengan komposisi 1 s.d. 3 sekitar 69%, 4 s.d. 10 sebesar 11%, lebih dari 10 sebesar 18%, dan hanya 2% UMKM yang tidak memiliki komputer. UMKM yang memiliki komputer dalam membantu sistem usahanya, berarti mereka telah memahami pentingnya TI untuk meningkatkan produktivitas UMKM yang nantinya akan bermuara pada pembentukan UMKM yang berdaya saing.

Bidang penggunaan TI cukup bervariasi. Hampir seluruh UMKM telah menggunakan TI untuk administrasi. Penggunaan TI untuk desain produk dan pemasaran juga cukup banyak dilakukan, sedangkan penggunaannya untuk proses produksi masih terbilang rendah dibanding bidang lainnya. Dalam hal penggunaan teknologi internet, banyak menggunakannya untuk melakukan browsing, sedangkan UMKM subsektor kerajinan dan komponen otomotif lebih banyak menggunakan e-mail. Sebagian besar KM di setiap subsektor memakai email terutama dalam berkomunikasi dengan konsumen.

Fungsi penggunaan internet sebagai media teknologi informasi dalam menunjang proses bisnis UMKM adalah seperti berikut ini:

a)    Komunikasi

Internet digunakan sebagai media komunikasi dengan berbagai pihak. Misalnya di sini antara UMKM dengan supplier. Sebagai contoh UMKM di bidang peternakan ayam. Pemiliknya bisa menggunakan e-mail kepada supplier pakan ternaknya misalnya untuk melakukan order atau sebaliknya pihak supplier yang melakukan komunikasi dengan UMKM. Komunikasi disini bisa bermacam-macam, salah satu yang sudah dibahas tadi misalnya penggunaan e-mail.

b)   Promosi

Internet dapat digunakan sebagai sarana promosi jasa atau produk yang ditawarkan oleh UMKM. Sebagai contoh misalnya UMKM di bidang rent car (persewaan kendaraan) bisa mempromosikan jasanya melalui website atau juga melalui mailing list. Promosi melalui internet disini bisa dilakukan melalui berbagai cara yaitu:

  • Website, UMKM bisa membuat website bagi jasaatau produk yang akan dijual dan masukkan website tersebut ke dalam search engine. Saat ini ada beberapa pranala luar yang telah menyediakan software open source yang akan memudahkan pengguna dalam membuat toko onlinenya sendiri yaitu dengan software Jomlaa! dan Virtue Smart.
  • Mailing list, UMKM bisa mengirimkan promosi jasa atau produk Anda dalam bentuk e-mail ke mailing list yang relevan dengan yang ditawarkan.
  • Chat, UMKM bisa menggunakan sarana chatting untuk menawarkan produk atau jasa.

c)    Riset

Fungsi lain dari internet yang tidak kalah pentingnya adalah untuk melakukan riset dan perbandingan. UMKM harus memanfaatkan internet untuk riset agar bisa mengetahui seberapa jauh keunggulan produknya dibanding produk sejenis lain yang sudah ada. Fungsi riset disini juga bisa digunakan untuk mencari formula baru untuk memperkuat mutu dari produk atau jasa. Riset juga berguna untuk mengetahui apa yang sedangdikerjakan oleh kompetitor dengan produk yang sejenis.

Oleh karena itu, agar UMKM di Indonesia dengan segala keterbatasannya dapat berkembang dengan  memanfaatkan teknologi informasi, perlu dukungan berupa pelatihan dan penyediaan fasilitas. Tentu saja tanggungjawab terbesar untuk memberi pelatihan dan penyediaan fasilitas ini ada di tangan pemerintah, disamping pihak-pihak lain yang punya komitmen, khususnya kalangan perguruan tinggi.

 

Peran pemerintah dalam Mengatasi Kelemahan UMKM

Upaya pemerintah dalam mengatasi kelemahan UMKM telah banyak dilakukan yang salah satunya adalah mengarahkan UMKM menuju basis teknologi. Peranan TI dalam bisnis adalah sebagai alat yang harus mampu berperan dalam mendukung bagi terciptanya produktivitas kinerja yang optimal dan profitibilitas yang maksimal. Oleh karena itu, harus diperhatikan bussiness tools (perangkat bisnis) yang tepat. Dalam hal ini, pilihan TI harus memperhatikan secara cermat dan menyesuaikan solusi yang dipilih sesuai dengan bussiness process (proses bisnis) dari kegiatan usaha yang dijalankannya.

Terkait dengan UMKM, secara umum yang harus dilakukan adalah penentuan prioritas kebutuhan. Prioritas kebutuhan tersebut harus muncul dalam rangka menghasilkan kinerja usaha yang lebih baik. Satu hal yang nyata adalah bahwa kita dapat melakukan kuantifikasi (penghitungan) terhadap manfaat yang diperoleh dari penerapan TI dalam proses bisnis.

Pihak BI, sebagai salah satu fasilitator UMKM, sudah menyiapkan perangkat informasi yang berbasis TI dengan kuantifikasi kebutuhan. Upaya yang telah dilakukannya adalah dengan mengembangkan Sistem Informasi Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK). Sistem tersebut, katanya, dapat sebagai sarana menyebarluaskan secara cepat hasil-hasil penelitian dan berbagai informasi lainnya. Sistem SIPUK meliputi Sistem Informasi Baseline Economic Survey (SIB), Sistem Informasi Agroindustri Berorientasi Ekspor (SIABE), Sistem Pola Pembiayaan (SILM), Sistem Informasi Penunjang Keputusan untuk Investasi (SPKUI), dan Sistem Informasi Prosedur Memperoleh Kredit (SIPMK). Subsistem-subsistem tersebut diintegrasikan ke dalam suatu sistem terpadu. Sehingga akan memudahkan pengguna ketika ingin mengetahui lebih banyak dan jauh tentang suatu komoditi dari berbagai aspek seperti aspek potensi ekonomi daerah, pengembangan ekspor, model pembiayaan, bahkan model simulasi jika ingin berinvestasi pada komoditi tersebut.

Kepala Bidang Infrastruktur Jaringan Informasi Kementerian Riset dan Teknologi Haryanto Sahar memfasilitasi unit-unit UMKM mengakses TI pihaknya mendirikan warung informasi dan teknologi (warintek). Warintek ini tidak hanya melakukan pengumpulan data potensi lokal, melainkan dilakukan pula bentuk-bentuk pelatihan. Hingga saat ini, warintek yang berada di seluruh Indonesia telah berjumlah lebih dari seribu unit. Masing-masing unit warintek tersebut, mendapatkan insentif dari pihak pemerintah berupa dana yang besarnya Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Adapun materi yang terdapat dalam warintek tersebut berupa infrastruktur teknologi dan konten data. Untuk insfrastruktur, kata Haryanto, pihaknya masih mengalami kendala telekomunikasi untuk dapat berkolaborasi dengan Internet Services Provider (ISP) setempat. Sedangkan untuk konten, pihaknya telah berhasil mengumpulkan informasi dari hasil-hasil penelitian LIPI, BPPT, Ristek, dan lembaga-lembaga penelitian lainnya. Umumnya informasi yang diberikan berupa pemanfaatan teknologi dari hasil kajian lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), melakukan pula penginputan database (pemasukan data) lokal yang dapat diakses secara internet maupun dalam bentuk CD-ROM (compact disc-read only memory).

Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek-Kementerian Riset dan Teknologi, Rathoyo Rasdan, untuk mengoptimasikan kemampuan UMKM dalam menghadapi liberalisasi perdagangan, pihaknya membangun sentra promosi dan pemasyarakatan iptek (sentra promptek). Dari program sentra promptek tersebut, pihaknya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 63 temuan dari proses penelitian. Sedangkan yang telah berhasil dimanfaatkan untuk pengusaha usaha kecil dan menengah (UMKM) sebanyak 48 temuan.

 

UMKM yang Berhasil Menerapkan Teknologi

Banyak UMKM di daerah-daerah yang berhasil menerapkan teknologi. Beberapa di antaranya adalah adalah UMKM di Surabaya Jawa Timur, Bandung, dan Bali.

a)     TV UMKM Online dan IT Entrepeneur di Surabaya, Jawa Timur

Jawa timur (Jatim) meluncurkan terobosan baru dalam hal pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM). Gubernur Jatim Soekarwo meluncurkan TV UMKM Online yang didirikan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Setyo Budiwarno, mengatakan bahwa layanan televisi tersebut nantinya dijadikan ajang promosi dan iklan produk UMKM yang dimiliki pengusaha di Jatim. Launching televisi merupakan satu rangkaian dengan rapat koordinasi antar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM se-Jatim, serta pengusaha UMKM yang menjadi mitra binaan Pemprov Jatim.

Jatim merupakan satu-satunya daerah yang paling sukses dalam rangka pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia. Jatim kini telah memiliki lima produk baru, yakni gedung pusat souvenir Jatim, gedung pamer produk UMKM Jatim, Griya Wisata Batik Jatim, SME Center Jatim, dan Mobil Klinik UMKM Jatim. Dari kelima produk yang dianggap sebuah prestasi yang belum pernah ada di Indonesia. Jatim juga menjadi jendela pembangunan perkoperasian, khususnya bagi daerah di kawasan Indonesia Timur. Jatim tak hanya fokus membuat prestasi dan terobosan baru, tapi juga memikirkan pengembangan ke depannya melalui rencana strategis dan penandatangan MoU yang dilakukan dengan menggandeng para pemangku kepentingan. Jatim telah menerapkan berbagai kebijakan yang bermuara pada ekonomi rakyat, seperti membantu memberikan akses permodalan melalui jaminan kredit bagi UMKM dengan membentuk BUMD Jatim, PT Jamkrida. Tambahan layanan baru diharapkan Jatim makin sukses dalam sektor UMKM.

Layanan baru TV UMKM Online dan IT ini diharapkan dapat menambah daya saing para UMKM agar memiliki daya saing di tingkat global dan lebih membuka peluang pasar UMKM.

 

b)        UMKM Berbasis Teknologi di Bandung

UMKM berbasis teknologi di Bandung dilakukan oleh Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online yang berdiri pada tanggal 19 Januari 2007 memiliki kepedulian yang tinggi terhadap UMKM, khususnya dalam bidang promosi produk-produk UMKM. Tujuan didirikan Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online ini, agar dapat membantu para UMKM mempromosikan produknya, baik itu barang maupun jasa tanpa mengeluarkan biaya yang besar. UMKM agar tetap bisa mengakses website Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online hanya memerlukan biaya untuk mengelola serta merawat website Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online ini agar selalu berkembang dan eksis, sehingga website Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online ini selalu ada. Biayanya relativ sangat murah, UMKM hanya di bebankan Rp.150.000,- per 3 Foto produk dan penjelasan dari produk tersebut untu pemajangan selama 1 tahun.

Promosi website Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online ini keseluruh pelosok nusantara, propinsi di Indonesia dan daerah-daerah yang memiliki akses internet. Selama ini UMKM hanya mempromosikan produknya dengan ikut pameran-pameran yang diadakan oleh pemerintah ataupun dinas-dinas, cara itu cukup bagus, tapi belumlah maksimal, karena waktu pameran produk UMKM itu sangat terbatas dan yang dapat ikut dalam pameran produk UMKM itu juga dibatasi, sedangkan banyak produk-produk UMKM lain yang tak kalah menarik dan bernilai jual yang belum mendapatkan cara yang tepat dalam mempromosikan produknya pada masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Melalui Jaringan Usaha Kecil Indonesia Online ini produk dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Waktu promosinya sangat panjang, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan peluang yang lebih baik juga menjadi lebih besar.

c)        UMKM Online di Bali

Website UMKMBali.com adalah jasa layanan yang fokus sebagai sarana dan media promosi online, serta sekaligus dapat digunakan sebagai etalase bisnis anda ke seluruh dunia. Tujuan utama kami adalah membantu mengembangkan iklim wirausaha khususnya di Bali, agar para UMKM dapat lebih maju dan berkembang serta dikenal luas. UMKMBali.com berfungsi sebagai pusat informasi berbagai bisnis atau usaha yang berdomisili di Bali. Dengan demikian kami akan mempermudah anda sebagai pemilik usaha/bisnis untuk ditemukan oleh para calon pembeli. Demikian pula sebaliknya, kami mempermudah para pembeli untuk menemukan penjual dengan produk yang mereka cari. Hal tersebut bukanlah sebuah masalah, karena UMKMBali.com dirancang untuk dapat digunakan sangat mudah dan praktis baik bagi pengguna awam sekalipun. Salah satu fasilitas yang memudahkan anda yaitu notifikasi via SMS setiap ada permintaan yang masuk ke UMKM online, sehingga kapanpun dan dimanapun pengguna dapat menerima pesan dari pembeli.

 

Resiko UMKM Berbasis Teknologi

Pengusaha UMKM yang akan menerapkan teknologi informasi perlu melakukan perancangan yang matang agar resiko-resiko dapat diminimalisasi dalam implementasinya Beberapa resiko yang dapat terjadi karena kurangnya perancangan yang matang yaitu antara lain :

  1. Ketidaksesuaian antara kebutuhan bisnis dengan sistem informasi yang dibangun.
  2. Banyaknya aplikasi yang tambal sulam sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
  3. Investasi yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat seperti yang diharapkan.
  4. Standar kualitas sistem informasi tidak sesuai dengan standar industri yang semestinya.

 

KESIMPULAN

Peran UMKM dalam perekonomian negara sangat penting dan strategis karena telah terbukti menjadi penyelamat perekonomian pasca krisis dan menjadi penyedia lapangan kerja terbesar. Tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan diharapkan akan membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang aman dan damai; adil dan demokratis; serta sejahtera. Sehingga sektor UMKM perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional masa mendatang. Dukungan terhadap sektor ini sekaligus dapat mengurangi dan menetralisir dampak negatif penerapan teknologi informasi seperti tejadi di banyak negara maju, yaitu semakin melebarnya kesenjangan ekonomi antar kelompok masyarakat

Di Indonesia terkesan bahwa dukungan dari pemerintah masih rendah terutama untuk memberikan insentif dalam berbagai bentuk yang dapat mendorong UMKM untuk menggunakan TI. Namun pada kenyataannya, sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk mendorong UMKM untuk menggunakan TI. Dari pihak lain, penelitian yang berkaitan dengan UMKM berbasis TI masih minim. Meski terdapat penelitian mengenai UMKM berbasis teknologi, pengguna mengalami kesulitan mengakses. Adanya kemudahan dan ketersediaan informasi pasar bagi UMKM  akan sangat membantu mengembangkan usahanya. Jika informasi pasar sudah dapat diakses dengan mudah dan cepat, paling tidak akan menumbuhkan motivasi bagi para pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya dengan lebih serius, sehingga UMKM berkembang lebih maju.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dismanto. 2011. Memberdayakan UKM dengan Implementasi IT. http://www.shvoong.com diunduh pada tanggal 22 Juli 2011 pk 09.45.

GaleriUMKM. 2010. Peran Strategis Teknologi IT Bagi Pengembangan UKM. http://www.galeriUMKM.com diunduh pada tanggal 22 Juli 2011 pk 10.11.

Rahmana, Arief. 2009. Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil Menengah. Artikel Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009. Yogyakarta, 20 Juni 2009.

Republika. 2002. Mampukah Iptek Mendorong Kinerja UKM ?. Harian Republika Jumat,19 Juli 2002.

Siregar, Ridwan. A. 2008. Penggunaan Sistem dan Teknologi Informasi untuk Usaha Kecil dan Menengah. Artikel USU e-repository 2008. Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.

Wahid, Fathul & Iswari, Lizda. 2007. Adopsi Teknologi Informasi Oleh Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. Artikel Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007. Yogyakarta, 16 Juni 2007.

http://UKMbali.com

http://www.jtv.co.id

http://usahakecil.com

www.ktin.org.id

www.depkop.go.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Sharing | 1 Comment

Post navigation

One thought on “UMKM Goes Online

  1. thanks for the info , such a great article ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: