Laporan Keuangan (Financial Report)


Terkadang kita heran mengapa laporan keuangan harus dibuat selengkap dan sedetail mungkin. Selain itu perlu berlembar-lembar kertas yang digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan yang tampak seperti majalah itu.

Saya pernah punya pengalaman  di S1 dahulu, saya senang sekali ketika mendapatkan buku Kieso “Accounting Principles” edisi internasional itu. Bukunya tampak beda dengan buku-buku di Indonesia. Kejutannya adalah ada sebuah buku terpisah yang cover luarnya seperti majalah. Saya penasaran sekali. Ternyata di dalamnya adalah kumpulan laporan keuangan terutama bagian Management Letter yang mendetail. Bisa dibayangkan Annual Report yang lengkap seperti apa.

Laporan keuangan merupakan cerminan dari sebuah entitas. Oleh karena itu, pihak yang berkepentingan di perusahaan (stakeholder) berusaha untuk mendapatkan laporan keuangan untuk manganalisis prospek dari etitas tersebut. Laporan keuangan yang berlembar-lembar semacam itu dan cukup memakan biaya yang besar itu mau tidak mau harus dibuat oleh entitas, karena laporan keuangan ini berisi mengenai informasi yang sangat dibutuhkan stakeholder.

Laporan keuangan dibuat oleh entitas dalam menjalankan usahanya. Laporan-laporan yang dibuat pun beraneka ragam seperti laporan biaya mutu, laporan harga pokok produksi, laporan keuangan lengkap (neraca, laba rugi, perubahan modal, dan laporan arus kas), dan laporan yang lain.Tiga laporan ini yang paling banyak dibuat oleh entitas.

Laporan biaya mutu merupakan laporan yang merinci biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk yang memenuhi harapan pelanggan. Di dalamnya terdapat rincian biaya pengendalian (pencegahan dan penilaian beserta elemen-elemennya), dan biaya kegagalan (internal dan eksternal beserta elemen-elemennya. Laporan ini mencerminkan strategi yang digunakan manajemen untuk melakukan continuous improvement terutama untuk meningkatkan kualitas produknya. Pendekatan kualitas yang diadopsi oleh manajemen pun akan terlihat di dalamnya. Oleh karena itu, laporan biaya mutu penting dibuat oleh entitas yang sungguh-sungguh ingin meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan. Informasi dalam biaya mutu ini sangat penting untuk membuat strategi tahun ini dengan laporan biaya mutu tahun lalu. Apakah manajemen harus meningkatkan atau bahkan menurunkan biaya pengendaliannya? atau bagaimana perusahaan menanggapi biaya kegagalan yang tinggi atau rendah ini? Semuanya itu akan nampak tercermin dalam laporan biaya mutu. Kemudian laporan biaya mutu tersebut juga berhubungan dengan laporan produksi lainnya dari departemen yang bersangkutan dan bermuara pada laporan harga pokok produksi.

Laporan harga pokok produksi tersebut berisi penetapan harga tiap produk yang dihasilkan dari sebuah produksi yang nantinya akan ditentukan untuk menentukan harga poko penjualan produk tersebut. dari laporan biaya mutu tadi, biaya-biaya yang dikeluarkan tadi akan nampak jelas dan dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan pada akhirnya.

Produk kemudian dijual dan penjualan produksi tersebut dilaporkan dalam laporan keuangan lengkap. Biaya-biaya yang dikeluarkan serta pendapatan yang didapatkan melalui penjualan dapat terlihat di laporan laba-rugi perusahaan, bahkan segala biaya dan pendapatan lain di luar kegiatan produksi. Selain itu, dalam hubungan dengan konsumen serta pemasok dalam pembelian maupun penjualan produk juga nampak dalam neraca yaitu di bagian piutang usaha dan utang usaha. Informasi neraca tersebut akan menginformasikan hubungan secara ekonomis entitas dengan pemasok dan konsumennya. Selain itu di bagian lain neraca juga diterangkan lanjut mengenai aset dan kewajiban lain yang dimiliki perusahaan serta modal pemilik. Dengan elemen-elemen lain ini manajemen dapat menentukan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitasnya. Kemudian yang terakhir adalah laporan arus kas yang mencerminkan penerimaan dan pengeluaran operasional, investasi, dan pendanaan entitas.

Hubungan antar laporan keuangan tersebut menjawab keheranan kita mengapa di sebuah entitas memiliki laporan keuangan yang sangat tebal untuk dipublikasikan. Semakin besar perusahaan yang membuat laporan keuangan semakin banyak pula informasi yang dikeluarkannya. Namun informasi yang diungkapkan entitas pun harus di batas tertentu saja. Ada informasi yang disajikan dan diungkapkan secara suka rela dan wajib. Informasi yang disajikan dan diungkapkan secara suka rela contohnya adalah visi dan misi perusahaan, strategi-strategi board of director entitas, kegiatan sosial yang dilakukan oleh entitas dalam menerapkan CSR (Corporate Social responsibility), dan lain-lain. Bahkan ada juga yang membuat laporan biaya lingkungan untuk melihat biaya yang dikeluarkan oleh entitas terutama hal mengenai biaya limbah. Sedangkan informasi wajib yang harus disajikan dan diungkapkan adalah laporan keuangan lengkap. Sedangkan untuk laporan biaya mutu, laporan harga pokok produksi, serta laporan-laporan kecil lainnya tidak perlu diungkapkan dan dipublikasikan dalam laporan keuangan tahunan entitas. Biarlah itu menjadi rahasia bagi entitas dan manajemen di dalamnya. Toh, sudah tercermin dalam laporan keuangan lengkap.

Categories: Accounting Side | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: