Sinetron Indonesia vs Drama Korea, Mana yang Anda Pilih?


Maraknya Sinetron Indonesia dan Drama Korea yang ada saat ini, banyak menimbulkan perdebatan terutama di kalangan keluarga sendiri. Hehehehe…

Setiap siang di salah satu TV swasta menayangkan Drama Korea nonstop dari pukul 12:00 hingga pukul 17:00 sore. Total tiga drama korea diputar di salah satu TV Swasta tersebut. Kemudian malamnya, di stasiun TV swasta tersebut dan TV swasta yang lain mulai berebut penonton penikmat sinetron Indonesia.

Sebagai penonton TV saya sering mengamati sinetron Indonesia. Sinetron Indonesia itu menarik dan kreatif alur ceritanya terkadang, tetapi mengapa hanya sesaat? Saya menemukan beberapa hal untuk menjawab pertanyaan saya sendiri ini.

Pertama, durasi waktu yang terlalu panjang dengan cerita yang kompleks dan cenderung monoton. Dengan durasi waktu hampir 4 jam, sebuah sinetron bisa menghasilkan 2-3 cerita sekaligus yang cenderung berulang dan cukup membuat penasaran sekaligus membosankan. Namun, apabila dalam sebuah episode hanya menghasilkan 1 buah cerita yang ditekankan justru membuat penasaran dan menarik minat penonton. Sejauh pengamatan saya, di awal episode hingga 20-30 episode dari sebuah sinetron masih menarik minat penonton. Entah mengapa alurnya yang jelas membuat penonton mulai mendiskusikannya. Tetapi entah mengapa di episode berikutnya, banyak orang mulai merasa bosan. Inilah permasalahan kedua. Kecenderungan penonton menonton sebuah sinetron Indonesia adalah tertarik dengan judul sinetron tersebut dan pemain sinetronnya. Oleh karena itu, di episode awal hingga episode klimaks mereka akan terus menerus menontonnya. Tetapi terkadang apabila rating penonton naik, opsi yang diambil oleh sang sutradara adalah memperpanjang cerita dan melenceng dari judul yang ditawarkan. Akibatnya, penonton mulai merasa bosan dengan alur cerita dan kebanyakan memilih sinetron baru lain yang lebih menarik. Permasalahan ketiga, penyakit dari sinetron Indonesia adalah tayangan yang terlalu sadis. Kejahatan yang dilakukan oleh si antagonis sepertinya tidak pernah berakhir. Mereka sama sekali tidak jera dan terus menerus beruntung hingga episode-episode berikutnya. Lama-lama penonton juga menjadi jenuh tetapi juga membawa dampak negatif terutama pada nasehat yang tersirat dalam sebuah cerita tersebut. Dari berbagai permasalahan ini, hendaknya kita juga belajar dari Drama Korea.

Drama Korea yang ditayangkan bukan untuk mengaburkan rasa nasionalisme kita, tapi bisa kita ambil pelajaran dari drama ini. Banyak orang menyukai drama korea di samping ceritanya yang menarik dan dinamis, tetapi juga teratur. Alur cerita dari sebuah Drama Korea begitu dibuat dengan matang. Hal ini dapat dilihat dan tercermin apabila kita mengikutinya dari awal hingga akhir. Drama Korea memiliki susunan alur seperti berikut: perkenalan tokoh, sekilas permasalahan yang digambarkan melalui drama tersebut, konflik antar pemeran, dari awal hingga klimaks, dan berakhir dengan sebuah kesimpulan akhir yang menarik dan tersampaikan dengan sempurna. Drama korea tidak pernah memperpanjang durasi atau episode yang ada. Per episode bahkan terlihat dirancang dengan matang. Selain itu, apabila drama yang satu sudah berakhir, akan muncul drama lain yang siap diproduksi dengan pemain yang lain. Sehingga tidak mengherankan banyak negara-negara lain yang juga menyukai drama-drama korea. Selain itu, drama korea juga memperkenalkan negaranya dengan baik. Bagaimana kehidupan orang Korea, kebiasaannya, cara hidupnya, ekonomi di negaranya, hingga tradisi dan sejarah korea sendiri dikemas dalam sebuah drama yang menarik. bagi kita penonton Indonesia hiburan yang disuguhkan dalam drama ini begitu ringan dan tersampaikan dengan baik kalau menurut pendapat dari saya.

Jadi, manakah yang menarik menurut Anda, Sinetron Indonesia atau Drama Korea?

Categories: Obral-obrol | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Sinetron Indonesia vs Drama Korea, Mana yang Anda Pilih?

  1. zie

    kenapa sinetron indonesia, ceritanya selalu harta yang yg dipermasalahkan, bunuh bunuhan demi harta. kenapa slalu begitu sekaligus mulek, bukannya memberi contoh yg baik kpd penonton?

    • Bukannya membela Korea dan menjelekkan sinetron Indonesia, tetapi menurut saya sinetron Indonesia hanya kejar setoran, kejar rating penonton, sehingga ide yang keluar tidak alami dan dipanjang-panjangkan. Belajar dari film Korea yang drama pun dibuat serius, penuh makna, serta tidak mengejar rating pun bisa dinikmati dengan luar biasa baik. Indonesia tidak seeharusnya segan untuk meneladan drama Korea, jangan hanya terkena sindroma tes klinis saja😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: